Head of Research PT Woori Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan laju IHSG sempat berada di area target resisten 5.220-5.225, tetapi tidak mampu bertahan di area target support (5195-5200) dan bergerak melemah dalam perdagangan sebelumnya.
“Tampaknya aksi jual lanjutan dan sentimen global yang kurang baik membuat pertahanan IHSG terganggu. Hal itu berpotensi membuat IHSG tetap bertahan di zona merah. Tetap cermati pelemahan lanjutan, terutama dengan adanya rilis Rapat Dewan Gubernur BI,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Kamis (15/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kekhawatiran kami pun terjawab dengan pergerakan negatif IHSG seiring masih rentannya posisi indeks untuk mengalami pelemahan,” jelasnya.
“Asing masih lanjutkan aksi jualnya. Bahkan berbalik positifnya laju Rupiah belum mampu menahan aksi jual yang terjadi sehingga pelemahan IHSG pun tak terhindarkan,” ujarnya.
Pada perdagangan Rabu (14/1), IHSG ditutup turun sebesar 1,05 persen ke 5.159 setelah bergerak di antara 5.159-5.225.Data perdagangan mencatat sebanyak 79 saham naik, 219 saham turun, 84 saham tidak bergerak, dan 171 saham tidak ditransaksikan.
Pertimbangan saham :
BBRI 11650-11950
BKSL 109-123
TAXI 1095-1185
MAIN 1970-2025
TELE 895-975
LTLS 850-935 (gen)