Mulai sekarang distributor bisa membeli stok premium dan solar dengan harga baruSudirman Said |
Seperti diketahui, terhitung mulai Senin (18/1), harga premium diturunkan Rp 1.000 pe rliter menjadi Rp 6.600. Sedangkan harga solar dikoreksi menjadi Rp 6.400 atau turun Rp 850 per liter.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menjelaskan alasan pemerintah memberlakukan harga baru premium dan solar baru pada Senin (18/1) adalah agar para pengusaha dan badan usaha, baik Pertamina maupun pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak mengalami kerugian.
"Karena itu diberi kesempatan supaya stok yang sudah dibeli dengan harga sekarang itu bisa dilepas. Kemudian mulai sekarang mereka bisa membeli stok dengan harga baru," jelasnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena memang fluktuasi harganya lumayan dinamis maka hari ini kita melakukan revisi peraturan Menteri ESDM dan dengan itu maka peninjauan akan dilakukan sekurang-kurangnya setiap dua pekan. Sehingga ada satu mekanisme untuk mereview harga lebih sering," jelasnya.
Menurutnya, penetapan harga jual premium dan solar bisa saja molor lebih dari dua pekan jika tidak ada hal yangh menuntut perubahan harga. "Jika tidak ada yang perlu direvisi atau tidak ada perubahan yang signifikan, ya akan kami teruskan sampai satu bulan," tuturnya. (ags/gen)