Dari target 900.000 barel per hari (bph) dalam APBN 2015, Kementerian yang dipimpin oleh Sudirman Said itu meminta agar target lifting diturunkan menjadi 849.000 bph.
"Angka ini didapat setelah SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) melakukan prognosa atas produksi minyak di 2015. Ini sudah menghitung proyek yang onstream tahun ini berikut penurunan produksi di beberapa sumur," ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, I Nyoman Wiratmaja, di Jakarta, Rabu (21/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah juga mengusulkan agar lifting gas bumi dipatok pada angka 1.177.000 barel setara minyak per hari (boepd)," kata Wiratmaja pada saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika mengatakan DPR ingin agar angka-angka yang nantinya dicantumkan dalam APBN Perubahan 2015 merupakan angka yang paling realistis. Ini termasuk juga target lifting migas karena hal tersebut akan terkait dengan anggaran untuk negara.
"Kalau lifting tidak tercapai tentunya pendapatan bisa turun. Apalagi ketika harga minyak sedang jatuh seperti sekarang," kata Kardaya. (ded/ded)