Bisnis TV Berbayar

beIN Sport Bidik Jumlah Pelanggan Naik Dua Kali Lipat

Safyra Primadhyta, Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 21/01/2015 18:49 WIB
beIN Sport Bidik Jumlah Pelanggan Naik Dua Kali Lipat Beatrice Lee, Managing Director MP & Silva. (Dok. Pribadi/Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- beIN Sport, perusahaan pemegang hak siar sepakbola Liga Inggris menargetkan pertumbuhan pelanggan televisi (tv) berbayar yang menyiarkan tayangannya di Indonesia naik 100 persen tahun ini. Hal tersebut diungkapkan Managing Director MP & Silva Regional Asia-Pasifik Beatrice Lee yang sejak 2013 lalu perusahaannya menjadi mitra pendistribusian hak siar kepada beberapa penyedia layanan tv berbayar di Indonesia.

“Saat ini hanya lima persen dari penduduk Indonesia pemilik tv, yang sudah melengkapi fasilitas hiburan di rumahnya dengan layanan tv berbayar. Artinya Indonesia adalah pasar potensial untuk bisnis tv berbayar,” kata Lee ketika diwawancarai CNN Indonesia, Selasa (20/1).

Selain itu, Lee menilai pertumbuhan kelas menengah yang pesat membuatnya yakin akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang tidak puas dengan hanya menyaksikan tayangan tv free to air di rumahnya.


Terlebih, Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah pendukung klub-klub liga Inggris yang sangat besar. Sebut saja klub besar seperti Manchester United, Liverpool, Arsenal, Chelsea, Manchester City, dan beberapa klub lain telah mengakui komunitas di Indonesia sebagai fan base resmi mereka.

“Selama 18 bulan terakhir beIN Sport masuk ke Indonesia, pertumbuhan pelanggan kami tumbuh 10 kali lipat dan kami berharap tahun ini jumlahnya bisa naik 100 persen,” ujar Lee tanpa menyebut angka pasti jumlah pelanggannya. Tv berbayar yang menyediakan tayangan olahraga dari beIN Sport di Indonesia saat ini antara lain Orange TV, NexMedia, First Media, dan TransVision.

Hak Siar Mahal

Lee mengakui daya tarik liga Inggris, telah membuat liga yang digelar Football Association (FA) sebagai kompetisi olahraga dengan harga hak siar termahal di dunia. Oleh karena itu, Lee menyebut tidak setiap negara di kawasan Asia Pasifik cocok untuk dijadikan tempat membidik pelanggan tv berbayar karena kemampuan daya beli dan minat masyarakatnya.

“Antara satu negara dengan negara lainnya memiliki selera olahraga yang berbeda-beda, pastinya tingginya harga hak siar olahraga bagi industri tv berbayar menjadi hambatan yang paling utama,” kata Lee.

Selain masalah mahalnya hak siar, industri tv berbayar khusus olahraga juga mendapatkan tantangan dari tingginya angka pembajakan konten-konten olahraga yang diperkirakan bisa membuat pertumbuhan pengguna tv berbayar menjadi menurun di masa depan. Apalagi dengan banyaknya jumlah kanal olahraga berbayar di Indonesia, persaingan di dalam industri ini akan semakin ketat.

"Sekarang ada 17 kanal televisi olahraga dan kompetisinya sangat ketat di Indonesia. Jadi tantangannya semakin banyak untuk industri ini,” tandasnya. (gen)


ARTIKEL TERKAIT