Direktur Utama (Dirut) PLN Sofyan Basir menjelaskan setidaknya ada dua skenario penarikan pinjaman yang akan dilakukan perseroan yaitu mencari pinjaman bank serta menerbitkan surat utang atau obligasi global maupun domestik. "Rencananya (global bond) diterbitkan semester I tahun ini. Kami masih terus kaji untuk besarannya," ujar Sofyan di Jakarta, Rabu (21/1) malam.
Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto menjelaskan, manajemen PLN akan fokus memenuhi kekurangan belanja modal dari pinjaman. Sebab sebagian besar kebutuhan belanja modal atau Rp 33,04 triliun sudah dipastikan akan dipenuhi dari kas internal Rp 21,34 triliun, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp 3,73 triliun, alokasi subsidiary loan agreement (SLA) pemerintah Rp 3,32 triliun, dan pinjaman siaga sindikasi perbankan nasional Rp 4,63 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT