"Yang saya lihat dan terjadi di lapangan pembeli akan mengacu dengan harga indeks. Tapi karena penjual tidak mau, makanya rata-rata harga jual sekarang berada diatas indeks,” ujar Bob ketika dihubungi, Kamis (22/1).
Bob menjelaskan, terbentuknya kesepakatan harga semacam ini tak ubahnya mekanisme kartel yang saat ini terjadi di pasar barubara dunia. Tak ayal, dia pun meyakini harga batubara akan berada diatas level US$ 60 per metrik ton mengacu ICE Newcastle dan HBA di level US$ 63 per metrik ton. (Lihat juga: Pengusaha Minta Izin Jokowi Lakukan Kartel Batubara).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kesepakatan tak tertulis, Bob bilang pemulihan harga jual batubara juga diakibatkan adanya niat pemerintah untuk membatasi angka produksi. Tahun ini, pemerintah telah membatasi produksi batubara nasional di angka 425 juta ton batubara. Angka ini lebih rendah 25 juta ton dari realisasi produksi tahun lalu yang berada di kisaran 450 juta ton.
"Kalau mau memberi shock therapy ke pasar, kita harus mengurangi (pasokan) secara signifikan. Karena buyer pada dasarnya perlu dan harga batubara akan naik," ujarnya.
Bob pun mengusulkan agar pemerintah berani memangkas produksi batubara mencapai 50 juta ton. "Kalau harga batubara mau naik minimal 50 juta hilang dari market. Ekspor 300 juta ton sementara dalam negeri 75 juta ton," pungkasnya. (gen)