"Komitmen yang masuk ke kami US$ ada 24 miliar dari hampir 88 perusahaan. Itu sedang berjalan sejak Oktober-Januari," ujar Kepala BKPM Franky Sibarani usai meresmikan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kantornya, Senin (26/1).
Franky mengatakan sektor bisnis yang dibidik para calon investor cukup beragam, mulai dari maritim, infrastruktur, hingga industri padat karya. "Tapi yang paling banyak manufaktur," jelasnya.
Dia mengatakan rencana investasi tersebut melengkapi komitmen serupa senilai Rp 400 triliun yang realisasinya terhambat sampai saat ini. Hambatan tersebut yang saat ini menjadi fokus BKPM untuk diatasi, antara lain melalui penyederhanaan proses perizinan melalui PTSP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati PTSP sudah beroperasi, Presiden Joko Widodo masih kecewa dengan pelayanan perizinan yang masih memakan waktu lama. Presiden mencontohkan investasi pembangkit listrik yang harus harus mengantongi 52 izin dan memakan waktu 930 hari untuk mendapatkannya.
Sang Presiden berpandangan perizinan pembangunan pembangkit listrik harus dipercepat dan disederhanakan agar krisis listrik yang ada di setiap provinsi, kabupaten, dan kota bisa segera diatasi.
"Kalau tidak, kita akan seperti ini terus. Gara-gara izin, izin, izin, dan izin. tidak bisa. Tadi saya sudah sampaikan kepada Kepala BKPM, sederhanakan sehingga semuanya bisa dipercepat," kata dia menegaskan.
(ags/ags)