"Iya, (anggaran BEK) lebih dari Rp 1 triliun, tapi tidak sampai Rp 1,5 triliun," ujar Kepala BEK Triawan Munaf usai pelantikannya di Istana Negara,Senin (26/1).
Sejauh ini, Triawan mengaku belum bisa membeberkan program-program lembaganya. Setidaknya ada 16 subsektor industri kreatif yang menjadi tugas pokok BEK untuk dikembangkan, antara lain aplikasi dan pengembangan game, arsitektur dan disain interior, disain komunikasi visual, disain produk, fesyen, film, animasi video, fotografi, kriya (kerajinan tangan), kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Intinya, tegas Triawan, BEK diminta untuk mendorong seluruh subsektor tersebut agar menjadi sumber devisa negara. Untuk tahap awal, BEK dibebani target penerimaan negara sebesar 7 persen dari PDB.
Triawan menambahkan meskipun lembaganya baru saja terbentuk, tetapi beragam tugas sudah menanti untuk dieksekusi. "pekerjaan cukup banyak, cukup luas. Nanti kita diharapkan bisa mengakselerasi pertumbuhan industri kreatif sehingga menyumbangkan lebih banyak lagi devisa dan menghasilkan penerimaan negara," ujarnya. (ags/ags)