"Sebenarnya kalau disuruh prediksi kami tidak bisa prediksi karena kan produktivitas kelapa sawit ini fluktuatif. Namun, hitung-hitungan kami menilai bahwa produksi bisa mencapai 33,1 juta ton," Sekretaris Jenderal Gapki Joko Supriyono di kantornya, Jumat (30/1).
Seiring dengan meningkatnya produksi, Joko berharap volume ekspor CPO turut meningkat sekitar 2 persen. Ekspor CPO tahun ini diperkirakan Gapki mencapai 22,3 juta ton atau 67,3 persen dari total produksi, sedangkan sisanya 10,8 juta ton (32,6 persen) untuk konsumsi domestik.
Kendati demikian, Joko pesimistis meningkatnya volume ekspor akan disertai dengan pertambahan nilai ekspor secara signifikan menyusul anjloknya harga komoditas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun meski harga kini terbilang rendah, industri kami masih bisa memertahankan pertumbuhan ekspor. Pada tahun 2014 volume ekspor kami mencapai 21,76 juta ton, atau naik 2,5 persen dibanding tahun 2013 yang angkanya mencapai 21,22 juta ton," tambahnya.
"Masalah tumpang tindih lahan masih menjadi momok karena banyak kebun-kebun lama yang sudah hak guna lahan banyak mengalami masalah tumpang tindih dengan kawasan hutan. Hal ini menghambat produksi karena kami belum bisa menggunakan lahan tersebut. Semoga ini bisa terselesaikan tahun ini," tuturnya.
(ags/ags)