Proyeksi tersebut terungkap dari dokumen pemaparan AP II yang disampaikan kepada Komisi VI DPR, Jumat malam (30/1). Dokumen tersebut menjelaskan lalu lintas pesawat di Soetta akan meningkat signifikan setiap tahunnya dan diperkirakan mencapai 520.862 pesawat pada 2023.
"Pergerakan pesawat mulai memasuki 430 ribu (di Soetta) pergerakan pada tahun 2018, sehingga runway 3 harus sudah beroperasi di tahun 2017," ujar Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi di hadapan Komisi VI DPR, Jumat malam (30/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk pembangunan runway 4, lanjut Budi, harus sudah dimulai pada 2024. Sebab, lonjakan penerbangan akan terjadi pada 2025, dengan proyeksi pergerakan pesawat mencapai 550 ribu penerbangan.
Untuk itu, Budi mengatakan akan melakukan investasi sekitar Rp 60 triliun hingga 2021 untuk pembangunan bandara-bandara yang dikelolanya. Karenanya, perseroan membutuhkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 13 triliun hingga enam tahun ke depa guna meningkatkan kapasitas pembiayaan.
Sebagai informasi, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menganggarkan PMN sebesar Rp 3 triliun untuk AP II dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2015 yang tengah dibahas dengan DPR. (ags/ags)