Dalam melakukan pengembangan teknologi ponsel dan gelang sebagai tiket elektronik ini KCJ menggandeng perusahaan elektronik raksasa asal Jepang Sony FeliCa yang dikenal sebagai perusahaan pembuat tiket elektronik transportasi, kartu identitas, dan uang elektronik di Jepang dan sejumlah negara lainnya.
Direktur Utama KCJ Tri Handoyo menjelaskan ponsel dan gelang dapat diaplikasikan sama seperti kartu elektronik sebelumnya yakni hanya dengan sekali sentuh (tap in) di gate elektronik di setiap stasiun KRL Jabodetabek. Khusus untuk teknologi ponsel, nantinya setelah pengguna melakukan tap in, maka secara otomatis akan mengirimkan notifikasi ke ponsel pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk aplikasi ponsel saat ini hanya tersedia di platform Android. PT Indosat Tbk pun menjadi operator pertama yang bekerjasama dengan KCJ dalam mengembangkan chip untuk keperluan tiket elektronik gaya baru tersebut. Nantinya penumpang yang memiliki kartu sim Indosat akan mempunyai multi fungsi chip sebagai operator telepon dan sebagai tiket elektronik.
Sementara untuk gelang sendiri mulai hari ini sudah bisa digunakan di seluruh stasiun KRL Jabodetabek, sedangkan aplikasi menggunakan ponsel harus menunggu hingga Juli 2015. Selama bulan Februari, KCJ akan membagikan produk gelang tiket elektronik secara gratis namun penumpang tetap harus melakukan isi ulang saldo (top up) di loket penjualan di stasiun.
Saat ini KRL Jabodetabek memiliki jumlah transaksi tiket elektronik tertinggi untuk jasa transportasi di Indonesia. Pengembangan ini dilakukan KCJ guna mengejar target melayani 1,2 juta penumpang per hari pada 2019. Hingga tahun 2014, KCJ telah membeli 664 unit KRL dan menambah 757 perjalanan KRL untuk melayani jumlah penumpang yang terus bertambah. (gen)