Dilarang di Minimarket, Saham Bir Bintang dan Anker Meriang

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Selasa, 03/02/2015 13:05 WIB
Dilarang di Minimarket, Saham Bir Bintang dan Anker Meriang Peringatan 21 zone untuk minuman alkohol di Family Mart Bulungan, Jakarta (CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Langkah Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dengan mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) yang melarang penjualan minuman beralkohol di minimarket dan pengecer terbukti ampuh membuat harga saham produsen bir merosot.

Dua perseroan itu adalah PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) dan PT Delta Djakarta Tbk (DLTA). Delta Djakarta yang dikenal sebagai produsen bir merek Anker, Stout, Carlsberg, Kuda Putih dan San Miguel mengalami penurunan harga saham hingga 5,56 persen pada penutupan perdagangan Senin (2/2).

Saham Delta Djakarta sepanjang perdagangan saham kemarin mengalami aksi jual dan ditutup melemah 20 ribu poin ke posisi Rp 340 ribu per lembar saham. Lebih lanjut, saham Delta tercatat ditransaksikan 400 lembar (4 lot) senilai Rp 136 juta.


Sementara, saham Multi Bintang yang dikenal dengan produk bir Bintang dan Heineken melemah tipis 100 poin (0,84 persen) ke posisi Rp 11.800 per lembar saham. Sebelum penutupan perdagangan, saham tersebut sempat mengalami aksi jual 400 poin ke level Rp 11.500 per saham dengan volume 76,900 lembar (769 lot) senilai Rp 899 juta.

“Tampaknya pelemahan harga saham ini bakal berlangsung lama, bisa sampai setahun. Karena jelas akan menganggu kinerja penjualan perseroan,” ujar analis PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe, Selasa (3/2).

Kiswoyo menjelaskan, perseroan dipastikan harus memutar otak dan mencari strategi baru agar performa keuangan tidak merosot tajam dan tetap bisa bersaing di sektor industri minuman dan makanan.

“Saya perkirakan penjualan bisa anjlok 10-20 persen jika perseroan belum bisa mencari distributor atau strategi baru dalam menggenjot penjualan,” katanya.

Dia menjelaskan, terdapat beberapa opsi bagi perseroan untuk menggenjot penjualan. Cara pertama adalah dengan mencari dan menggenjot distributor baru seperti kerjasama dengan kafe.

Kedua, perseroan bisa memaksimalkan penjualan minuman non alkohol. Untuk Delta Jakarta, minuman non alkohol ditopang oleh merek Soda Ice dan Sodaku. Sementara, Multi Bintang ditopang oleh Green Sands dan Bintang Zero.

Sebelumnya Menteri Rachmat Gobel baru saja meluncurkan Permendag Nomor 6 tahun 2015 mengenai Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Aturan ini melarang penjualan minuman beralkohol golongan A atau dengan kadar alkohol 5 persen di ritel atau minimarket dan pengecer. Peraturan tersebut berlaku mulai 16 April 2015. Saat ini, para ritel diberi tenggat untuk menghabiskan stok yang ada. (gen)