"Kami tidak pasang target berapa, tapi minimal sama dengan (penerbitan sukuk global) tahun lalu atau sedikit di atasnya," ujar Scenaider Siahaan, Direktur Strategi dan Portofolio Utang DJPU, kepada CNN Indonesia, Selasa (3/2).
Sebagai informasi, pada September 2014 pemerintah menerbitkan sukuk berdenominasi dolar AS sebesar US$ 1,5 miliar dengan tenor 10 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kami berharap permintaan sukuk global bisa separuh dari penawaran global bond yang masuk," tuturnya.
"Kami sedang coba cari alternatif pasar ke negara-negara yang menerapkan QE (quantitative easing) seperti Eropa dan AS," katanya.
Menurut Scenaider, pihaknya sedang mempersiapkan dokumen penerbitan sukuk global untuk bisa dilelang pada kuartal I tahun ini. Untuk tanggal pasti lelang masih menunggu perkembangan pasar berdasarkan laporan joint lead manager.
"Karena perlu road show juga ke sejumlah negara untuk tes pasar. Tapi kami upayakan kuartal I," katanya.
Triwulan pertama 2014 dipilih, lanjut Sceneider karena mempertimbangkan rencana normalisasi kebijakan moneter AS. Bank Sentral AS atau The Federal Reserve diprediksi baru akan menaikan suku bunga acuannya selepas April 2014. (ags/ags)