Head of Research PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan tampaknya terdapat antisipasi akan dirilisnya data tersebut oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara ekspektasi pasar terhadap PDB adalah terjadinya pelemahan.
“Dengan ekspektasi rilis PDB akan melemah, maka kami melihat adanya potensi bagi IHSG akan kembali mengalami pelemahan. Namun demikian, kami masih berharap pelemahan yang terjadi tidak terlalu dalam,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Kamis (5/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kondisi inilah yang dialami oleh saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk, di mana setelah dirilis berita akan rights issue di harga Rp 2.525 langsung membuat saham ini ambruk, dan lebih parah lagi diikuti oleh saham-saham konstruksi lainnya, terutama saham konstruksi BUMN,” jelas Reza.
“Namun demikian, turunnya indeks properti yang dibarengi dengan indeks perkebunan dan konsumer tidak serta merta membuat IHSG turun,” katanya.
Laju IHSG memang sempat melemah, tetapi masih mampu ditutup di zona hijau dan masih bertengger di atas level 5.300-an. Masih adanya aksi jual asing yang lebih besar dari sebelumnya dan diikuti dengan masih menguatnya laju rupiah mampu mempertahankan IHSG di zona hijaunya. (gen)