"Presiden Jokowi setuju Pelabuhan Cilamaya dibangun oleh swasta. Jadi tidak pakai APBN," ujar Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di kantornya, Kamis (5/2).
Jonan mengatakan proyek yang terletak 70 kilometer (km) dari Jakarta itu juga telah dilirik oleh beberapa investor baik lokal maupun asing. Saat ini, pemerintah tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk merealisasikan rencana pembangunan pelabuhan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasar peta jalan megaproyek tersebut, pembangunan pelabuhan Cilamaya akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, kontraktor akan membangun terminal peti kemas dengan kapasitas 3,75 juta TEUs, terminal mobil dengan kapasitas 1.030.000 CBU, dermaga kapal negara, dermaga untuk bahan bakar, terminal Ro-Ro, dan alur pelayaran dengan kedalaman -17 M Lws. Pelaksanaan proyek tahap pertama diperkirakan menghabiskan dana investasi Rp 23,9 triliun.
Masih berdasarkan roadmap, pemerintah menargetkan konstruksi tahap pertama Cilamaya bisa dimulai 2016 dan rampung pada 2021. (ags/ags)