"Saya pikir modal (Bank Mandiri) sudah cukup besar. Jangan kita dimomokkan lagi dengan modal. Kita momokkan dengan kualitas yang bermanfaat bagi pengusaha kecil dan menengah. Kalau kita terpengaruh oleh itu, maka kita akan menjadi negara liberal. Sedangkan saya adalah penganut aliran intervensi," kata Fadel di sela rapat kerja dengan Kementerian Keuangan, Kamis (5/2).
Sebelumya, Bank Mandiri menyatakan PMN diperlukan untuk memperkuat modal agar dapat bersaing dengan bank-bank asing di regional ASEAN sebagai konsekuensi dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu dulu yang harus didahulukan. Kalau kita terpengaruh oleh asing, kalau kita harus menjadi raksasa, kalau kita harus menguasai ASEAN, ngapain? Tapi kita susah setengah mati di dalam negeri," ujarnya.
Untuk itu, kata Fadel, Komisi XI DPR akan membentuk panitia kerja (panja) perbankan. Tugasnya, membahas kebijakan perbankan dalam negeri, mulai dari Bank Indonesia hingga bank-bank daerah.
"Kita akan bikin panja mengenai perbankan. Ketuanya Gus Irawan," katanya. (ags/ags)