"Sudah ada lima, sehingga masih ada 90 investasi mangkrak lagi yang perlu kita selesaikan tahun ini. Kami tak bisa targetkan realisasinya di akhir tahun, karena jenis investasi dan masalahnya beda-beda tapi semoga kami bisa selesaikan di akhir tahun," ujar Franky Sibarani di Menara Kadin, Kamis (5/2).
Menurut Franky, 95 proyek mangkrak tersebut tersebar di 25 provinsi, dengan nilai komitmen investasi mencapai Rp 423,7 triliun. Proyek-proyek besar yang masuk dalam daftar antara lain pembangunan pabrik olechemical di Dumai, Riau; pabrik petrokimia di Papua, dan juga pembangunan pabrik semen di Kalimantan Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Franky mengatakan fokus penanganan proyek-proyek mandek tersebut lebih pada membuka komunikasi dua arah dengan para calon investor. Revisi beleid investasi diperlukan, tetapi bukan sebuah keharusan dalam penanganan masalah ini.
Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk memenuhi target investasi BKPM tahun ini yang dipatok Rp 519,5 triliun, dengan rincian Rp 97,6 triliun investasi di industri primer, investasi industri hilir Rp 211,9 triliun, dan investasi industri jasa Rp 147,1 triliun. (ags/ags)