Dalam keterangan resmi perseroan pada Jumat (6/2), dijelaskan saham tersebut dijual dengan harga Rp 12,250 per saham, yang telah terdiskon sebesar 8,2 persen dari harga penutupan saham pada Kamis, 5 Februari 2015 senilai Rp 13,350 per saham.
Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut B. Wijaja menyatakan penempatan saham oleh Lippo Karawaci ini akan meningkatkan saham beredar dari Siloam dari 21,2 persen menjadi 29,2 persen, sehingga memperluas basis pemegang saham perusahaan, yang akan lebih meningkatkan likuiditas saham Siloam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana hasil penempatan ini akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek rumah sakit serta bisnis properti yang terkait rumah sakit perusahaan. Credit Suisse bertindak sebagai bookrunner tunggal untuk Lippo Karawaci dalam penempatan saham ini.
Saham tersebut dijual oleh PT Kalimaya Pundi Bumi dan PT Safira Prima Utara, kedua anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Lippo Karawaci. Meski begitu, Lippo Karawaci bermaksud untuk tetap menjadi pemegang saham mayoritas Siloam.
Saat ini Siloam mengoperasikan 20 rumah sakit yang terletak di 15 kota, dan pada 2017 diproyeksikan untuk mengoperasikan lebih dari 50 rumah sakit di lebih dari 30 kota dan kabupaten di seluruh kepulauan Indonesia. (ded/ded)