Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman mengatakan, kenaikan tarif pada tahun ini tidak termasuk dua jalan tol Sudiatmo dan Cikampek, karena baru mulai dinaikan pada tahun depan. Besaran kenaikannya, kata dia, akan tergantung inflasi pada saat itu.
“Tapi kemungkinan antara 9 sampai 12 persen kenaikannya untuk 11 ruas jalan tol," katanya di Jakarta, Jumat (6/2/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi enggak usah isi ulang di minimarket atau di bank, tinggal mengisi saja di gardu," ucapnya.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada Jumat (6/2), lonjakan laba bersih tersebut terjadi karena pendapatan tol perseroan meningkat menjadi Rp 6,6 triliun dari tahun sebelumnya Rp 5,8 triliun.
Sementara laba tahun berjalan Jasa Marga juga mengalami peningkatan menjadi Rp 1,2 triliun dari sebelumnya Rp 928 miliar. Hal itu membuat total laba komprehensif tahun berjalan menjadi senilai Rp 1,2 triliun dari tahun sebelumnya Rp 927 miliar. (ded/ded)