“Pengoperasian pabrik ini juga merefleksikan komitmen Antam yang berorientasi pada pengembangan komoditas hilir yang bernilai tambah,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (9/2).
Tato Miraza mengatakan operasi komersial ini merupakan upaya perseroan melakukan diversikasi usaha sekaligus inisiatif untuk untuk menyiasati kebijakan larangan ekspor mineral. Selain itu, pabrik baru ini diyakini akan memberikan dampak berganda baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap ekonomi di wilayah Tayan dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pabrik CGA Tayan dioperasikan oleh PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) yang merupakan perusahaan patungan antara Antam dengan Showa Denko K.K. (SDK) Jepang. Antam memiliki 80 persen saham PT ICA dengan sisa kepemilikan 20 persen saham dipegang oleh SDK.
Komoditas CGA Tayan akan dikonsumsi pasar domestik Indonesia dan juga diekspor ke Jepang dan pasar internasional lainnya. Produk CGA yang diproduksi PT ICA akan diaplikasikan untuk memproduksi bahan pendukung komponen fungsional dan komponen elektronik diantaranya refractories, abrasives, produk bangunan, Integrated Circuit (IC), dan bahan untuk LCD screen. (ags/ags)