"Kalau biaya logistik bisa dikurangi dari 24 persen menjadi 19 persen, itu terjadi penghematan sekian ratus triliun (rupiah) bagi industri. Mereka akan bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik," jelas Sofyan di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/2).
Sofyan menjelaskan task force tersebut beranggotakan sejumlah pejabat setingkat Direktur Jenderal dari tujuh kementerian terkait. Sofyan Djalil akan bertindak sebagai koordinator, sedangkan pengawasan berada di tangan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu menyebabkan banyak yang taruh inventory (persediaan barang0 di pelabuhan. Inventory itu cost-nya sangat mahal. Di Indonesia inventory itu bisa 30 hari, 40 hari, padahal kalau di Malaysia, Singapura cukup satu atau dua minggu. Hal-hal ini harus diperbaiki," tuturnya.
Terkait dengan itu, Sofyan Djalil mengatakan pemerintah akan melakukan revitalisasi pelabuhan-pelabuhan utama yang menjadi bagian dari proyek pembangunan tol laut. Selain itu, pemerintah juga akan membangun sejumlah pelabuhan baru yang benar-benar diperlukan untuk memangkas biaya pengangkutan.
"Bukan berarti semua pelabuhan dibangun karena yang penting meningkatkan efisiensi. Jadi misalnya pelabuhan yang efisiensinya sangat rendah," katanya.