"Harga minyak saat ini memang turun dan bisa menguntungkan (menjual BBM), tapi kan harganya akan naik lagi. Jadi tabungan ini untuk mencegah dampak itu," ucap JK di Kantor TNP2K, Jakarta, Selasa (10/2).
Sebagai informasi, pemerintah telah mengizinkan Pertamina mengutip margin pendistribusian bahan bakar yang lebih besar meskipun berdampak pada naiknya harga jual BBM ke masyarakat. Keuntungan ini terutama diraup dari penjualan BBM jenis premium.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak awal Februari pemerintah memutuskan harga BBM khusus jenis premium di angka Rp 6.600 per liter dan solar Rp 6.400 per liter. Kedua angka ini tidak mengalami kenaikan dibandingkan harga di Januari kemarin.
Wiratmadja menjelaskan keuntungan dari penjualan BBM akan digunakan pemerintah untuk meningkatkan stok minyak Pertamina yang saat ini baru mencapai 22 hari. Menurutnya penggunaan keuntungan tadi tadi akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Karena harga minyak sedang turun, saat ini delta (selisih) keuntungan masih di kisaran Rp 100 sampai Rp 200 per liter. Tapi ini bukan angka yang pasti karena harga minyak kan berfluktuasi," tuturnya.
(ags/gen)