Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Mandiri mendapat alokasi PMN sebesar Rp 5,6 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2015 guna memuluskan rencana perseroan menerbitkan saham baru melalui skema right issue. Usulan tersebut kemudian kandas setelah DPR menolak memberi restu karena dinilai tidak sesuai dengan arah pembangunan pemerintah.
“Kemungkinan kami akan menerbitkan global bond. Nilainya sekitar US$ 850 juta. Rencananya di sekitar semester II tahun ini,” ujar Direktur Keuangan Bank Mandiri Pahala N. Mansury di Jakarta, Rabu (11/2).
Kendati demikian, Pahala menyatakan pihaknya masih dimungkinkan melakukan penawaran saham terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau right issue. Namun, lanjutnya, skema-skema pembiayaan tersebut masih dalam tahap penggodokan oleh manajemen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Skema pengurangan rasio dividen menjadi salah satu yang paling bisa digunakan. Misalnya, jika laba mencapai Rp 20 triliun, dan rasio dividen hanya 10 persen, maka kami hanya menyetorkan Rp 2 triliun,” jelas Gunadi.
"Rencana kami tidak ada yang direvisi kok. Tetap sama pertumbuhan kredit sebesar 15 persen hingga 17 persen tahun ini. Karena angkanya telah kami masukkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan angka itu belum memasukkan unsur PMN," katanya. (ags/ags)