Budi G. Sadikin, Presiden Direktur Bank Mandiri, mengatakan pertumbuhan penyaluran kredit tersebut mendorong peningkatan aset menjadi Rp 855 triliun per Desember 2014, naik dari Rp 733 triliun pada tahun sebelumnya.
"2014 merupakan tahun yang berat bagi industri perbankan Indonesia. Isu likuiditas yang ketat membuat kami mengurangi laju pertumbuhan kredit," ujarnya di Jakarta, Rabu (11/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dilihat dari segmentasi, kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen mikro yang mencapai 33,2 persen menjadi Rp 36 triliun pada Desember 2014,” jelasnya.
Laba bersih yang dicatatkan perseroan pada 2014 sebesar Rp 19,9 triliun, tumbuh 9,2 persen dibandingkan dengan perolehan 2013 yang sebesar Rp 18,2 triliun. Selain pertumbuhan kredit, pertumbuhan laba bersih juga ditopang oleh kenaikan pendapatan operasi sebesar 11,7 persen menjadi Rp 56,9 triliun.
Pertumbuhan itu berasal dari pendapatan bunga bersih dan premi bersih yang naik 14,8 persen menjadi Rp 41,8 triliun dan dari fee based income yang mencapai Rp 15,1 triliun.
Hingga Desember 2014, Bank Mandiri telah melakukan penambahan 262 unit kantor cabang, menjadi 2.312 unit. Kemudian pemasangan 3.830 unit ATM menjadi 15.334 unit, juga pemasangan 40.000 unit Electronic Data Capture (EDC) menjadi 270.352 unit. (ags/ags)