Orang Kaya Nomor 29 di Indonesia Tersandung Kasus Swiss Leaks

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Jumat, 13/02/2015 16:55 WIB
Orang Kaya Nomor 29 di Indonesia Tersandung Kasus Swiss Leaks Kartini Muljadi, satu-satunya perempuan terkaya di daftar 50 Orang Terkaya 2014 versi Forbes. (Forbes.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengacara perusahaan dan mantan hakim Kartini Muljadi, yang tahun lalu menduduki nomor urut 29 daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes disebut tersandung kasus skandal pajak internasional.

Perempuan berusia 84 tahun dengan kekayaan mencapai US$ 1,1 miliar atau setara Rp 13,5 triliun disebut International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ) terkait dengan skandal pajak internasional melalui HSBC Bank dengan membuka akun rekening di Swiss, atau dikenal sebagai Swiss Leaks.

Dalam catatan ICIJ, Kartini adalah pemilik manfaat dari akun klien yang hanya dibuka selama dua minggu pada bulan Juli 1999 dengan nama "Libra Safe Ltd". Alamat Kartini ditemukan dalam file HSBC Bank, dengan lokasi di Jakarta Pusat yang sebelumnya digunakan sebagai alamat kantor hukumnya.


Lebih lanjut, ICIJ melansir Indonesia terdaftar menduduki peringkat ke 95 dalam daftar negara yang tersangkut kasus pajak internasional tersebut dengan nilai mencapai US$ 56,7 juta.

Sebanyak 75 klien membuka akun yang tersangkut dalam kasus tersebut dalam rentang waktu 1968 hingga 2006 yang terkoneksi dengan 120 akun bank. Sementara sebanyak 100 klien tercatat tersangkut dengan Indonesia dengan 14 persen di antaranya merupakan orang dengan kewarganegaraan dan paspor Indonesia.

Seperti diberitakan CNN sebelumnya, Kartini Muljadi merupakan satu-satunya wanita yang masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes 2014. Pengacara pendiri firma hukum Kartini Muljadi & Rekan ini bertengger di posisi 29 dengan total kekayaan mencapai US$ 1,1 miliar atau setara dengan Rp 13,5 triliun. Tahun lalu dia berada di urutan ke-19 dengan kekayaan senilai US$ 1,42 miliar.

Sumber kekayaan mantan hakim ini paling besar berasal dari perusahaan farmasi PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC), yang dikelola anak bungsunya Handojo Selamet Muljadi.

Namun, pada 2014 pundi kekayaan Kartini susut US$ 350 juta atau Rp 4,3 triliun seiring dengan turunnya harga saham perseroan sebesar 8 persen. Hal ini membuat posisi Kartini Muljadi terjun bebas dari posisi lima orang terkaya di Indonesia pada 2013.

Ketika dikonfirmasi Sekretaris Korporat Tempo Scan Monica mengatakan perusahaan mengaku belum mengetahui adanya informasi skandal pajak tersebut, apalagi yang terkait dengan Kartini Muljadi. Dia menyatakan masih ingin melihat kelanjutan pemberitaan tersebut.

“Saya belum tahu akan adanya hal itu, dan kami pun belum mempersiapkan hal-hal lebih lanjut terkait adanya informasi tersebut. Informasi tersebut di luar kendali kami,” ujarnya kepada CNN Indonesia, Jumat (13/2). (gen)


ARTIKEL TERKAIT