Dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (13/2), harga saham berkode TLKM ditutup Rp 2.980 per saham naik dari posisi pembukaan hari itu Rp 2.915 per lembar. Sepanjang Jumat kemarin harga saham Telkom diperdagangkan di kisaran Rp 2.915-Rp 3.020 per saham dengan volume 183,45 juta saham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum yang positif ini bagi Telkom,” ujar Alex di Jakarta, Minggu (15/2).
Sementara untuk backbone akan memperkuat Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dari Aceh hingga Papua. “Kami juga akan memperkuat footprint di kawasan agar menjadi pemain regional dengan intermediate objectives untuk 2015 ini adalah mencapai pendapatan Rp 100 triliun dengan market cap Rp 300 triliun,” pungkasnya.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya melihat memang sudah waktunya saham Telkom mengalami penguatan setelah belakangan mengalami pelemahan.
“Investor memilih saham Telkom karena di sisi pemodal kuat dan terus investasi untuk ekspansi. Selain itu, di sektor ritel, telekomunikasi adalah salah satu yang kuat menghadapi krisis,” kata William.
Menurutnya, pencapaian market cap sebesar Rp 300 triliun merupakan hal yang bagus bagi investor dan Telkom. “Bagi investor ini memberikan janji saham itu liquid dan bisa memberikan profit. Bagi emitennya, ini menunjukkan kepercayaan publik yang tinggi dan bagus bagi equity-nya,” ujarnya. (gir/gir)