Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar 15,4 persen atau lebih dari 12 ribu desa dan kelurahan di Indonesia belum teraliri listrik hingga akhir 2014.
atau 15,40 persen. Kendati demikian, jumlahnya menurun dibandingkan pada 2011 yang mencapai 14.676 desa atau kelurahan.
Terkait penerangan jalan, sebanyak 31.387 desa atau kelurahan yang jalan utamanya minim pencahayaan. Jumlah tersebut menurun 41,77 persen dibandingkan dengan posisi 2011 yang sebanyak 32.834 desa atau kelurahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Desa yang belum memiliki penerangan di jalan utama desa, ini terjadi karena adanya pemekaran/penggabungan wilayah desa dan adanya keramaian aktivitas ekonomi perkampungan di desa sebelahnya yang ingin jadi desa tapi akses jalannya belum ada," ujar Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Senin (16/2).
Suryamin berharap dengan adanya dana desa yang dianggarkan dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015, bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki fasilitas infrastruktur desa agar kegiatan ekonomi desa dapat terus berjalan dan berkembang.
"Jadi dana desa diberikan agar desa yang kena pemekaran bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar," katanya. (ags/ags)