"Ujung tombak serapan anggaran 2015 itu ada di tangan seluruh P2K (Pejabat Pembuat Komitmen). Sebagai ujung tombak pelaksana program pemerintah, saya mengajak P2K agar bekerja maksimal," ujar Sudirman seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM, Senin (16/2).
Untuk memastikan serapan anggaran bisa berjalan maksimal, lanjut Sudirman, dirinya meminta jajaran P2K berani membuka ‘lembaran baru’ dan menolak godaan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) yang datang dari para vendor. P2K pun diharapkan mampu memastikan kinerja para vendor agar pekerjaan proyek dapat berjalan baik dan tepat waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, dari total anggaran sebesar Rp 14,9 triliun, sekitar Rp 4,2 triliun dialokasikan untuk Direktorat Jenderal Minyak dan Gas. Dari dana Rp 4,2 triliun tersebut, sebesar Rp 3,4 triliun akan dipakai untuk pembangunan infrastruktur meliputi program konversi minyak tanah ke gas alam cair (LPG), pilot project konversi program bahan bakar gas (BBG) untuk nelayan, pembangunan sarana bahan bakar gas untuk transportasi serta pembangunan kilang LNG-LCNG station. (ags/ags)