Reza Priyambada, Head of Research PT Woori Korindo Securities Indonesia, mengatakan rupiah berpotensi menguat karena ada sentimen positif dari proses penyelesaian utang Yunani. Pasalnya, Komisi Eropa bersama para kreditur internasional dan pemerintah Negeri Para Dewa telah memiliki visi yang sama untuk segera mengakhiri kemelut utang.
“Hal itu disertai dengan harapan akan kemajuan kesepakatan Rusia-Ukraina, bakal memberikan sentimen positif pada laju euro sehingga mampu melampaui pergerakan dolar AS,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Senin (16/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laju positif kedua mata uang tersebut, lanjut Reza, otomatis berimbas pada laju rupiah yang mencoba mengambil kesempatan untuk kembali menguat. Kemungkinan, rupiah akan melaju di atas target level resisten Rp 12.750.
Sebelumnya, kurs tengah rupiah ditransaksikan menguat 0,21 persen terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (16/2). Berdasarkan data BI, kurs tengah rupiah bertengger di level Rp 12.742 per dolar AS, dari kurs tengah sebelumnya Rp 12.769 per dolar AS. (ags)