"Melihat keadaan inflasi yang ada saat ini, kami memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin, suku bunga deposit facility juga turun sebesar 25 basis poin, sementara suku bunga lending facility tetap di angka 8 persen," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung Bank Indonesia Selasa (17/2).
Agus menambahkan, tercapainya target inflasi 2015 ini akan didukung oleh terkendalinya inflasi inti, menurunnya harga minyak dunia, dan membaiknya pasokan harga pangan. "Kami yakin inflasi 2015 akan mencapai sasaran di kisaran empat plus/minus satu persen," tutur Agus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain karena inflasi yang diperkirakan akan tetap terjaga, BI juga optimistis cadangan devisa serta defisit neraca pembayaran Indonesia diperkirakan masih akan berada dalam kondisi yang sehat.
"Cadangan devisa kita pada bulan Januari 2015 mencapai US$ 114,2 miliar atau setara dengan 6,6 bulan impor. Angka ini di atas standar internasional di mana angka normalnya sebesar 3 bulan, bisa dibilang cadangan devisa kita masih sehat," kata Agus menambahkan.
BI pun juga optimistis dengan kebijakan fiskal Indonesia yang lebih menitikberatkan pada pengeluaran yang bersifat produktif. Menurut Agus, hal tersebut akan mengendalikan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih berkualitas.
Sebelumnya, BI menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin pada bulan November 2014 dari 7,5 persen ke angka 7,75 persen. Kenaikan BI rate ini menyusul kebijakan pemerintah terkait penurunan subsidi untuk BBM bersubsidi. (ded/ded)