Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi untuk mempromosikan berbagai produk dari desa harus segera dilakukan. Apalagi, saat ini sedang marak dilakukan proses jual-beli melalui berbagai akun media sosial yang tersedia.
"Sosial media bukan lagi jadi ajang pertemanan, sekarang sudah menjadi ajang transaksi. Tinggal pengemasan produk saja yang bagus agar diminati. Apalagi 2015 ini Indonesia memasuki pasar bebas Asia Tenggara seiring Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)," ujar Marwan kepada CNN Indonesia, Sabtu (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Desa yang sudah memiliki BUMDes akan kita mulai buatkan akun sosial media tahun ini. Pendamping program yang akan mengarahkan. Nanti model pemasarannya mengadopsi model-model yang digunakan para pedagang online di kota-kota besar," ujar Marwan.
Namun, niat tersebut tampaknya akan menemui halangan karena adanya perbedaan antara target dari Kementerian Desa dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
"Sejauh ini yang baru disetujui Bappenas adalah pembuatan 2 ribu BUMDes hingga lima tahun mendatang. Padahal, target kita membangun 5 ribu BUMDes tahun ini. Tapi sementara ini kita pakai pakem dari RPJMN yang disusun Bappenas dulu saja," ujar Marwan.