"Itu kan hari libur, yang punya cash di situ ialah AP II, ini namanya B to B,” kata Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (23/2).
Dana talangan itu diberikan Angkasa Pura II setelah terjadinya keterlambatan penerbangan Lion Air yang parah, sejak Rabu (18/2). Nilainya mencapai Rp 526 juta lebih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi sendiri mengatakan Lion Air sudah mengembalikan dana talangan tersebut melalui transfer bank. “Kami ada buktinya, sudah ditransfer tadi,” tutur Budi, di Jakarta, Minggu (22/2).
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sendiri menilai tindakan PT Angkasa Pura II adalah aksi korporasi untuk menghadapi situasi darurat, sehingga tidak memerlukan izin Kementerian BUMN.
"Angkasa Pura II melihat keadaaanya sudah sangat genting," ujar Rini seusai menghadiri rapat di Kantor Kementerian BUMN, Senin (23/2). (Baca: Menteri Rini: Talangi Lion Air, Angkasa Pura Tidak Perlu Izin) (ded/ded)