"Saat musim paceklik biasanya harga beras naik 10 persen-15 persen masih oke. Tetapi kalau naik 30 persen ada sesuatu yang harus dipecahkan oleh pemerintah," kata Bustanul saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (23/02).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bustanul menyarankan agar pemerintah tetap menyalurkan beras ke pedagang dengan catatan melalui prosedur ketat agar praktik penyelundupan beras Bulog tidak ada penyimpangan.
Selain dugaan permainan kartel beras, Bustanul mengungkapkan keterlambatan musim panen juga ditengarai sebagai pemicu kenaikan harga beras. Namun ia optimistis harga beras akan kembali normal dalam hitungan minggu kedepan. Ia mengungkapkan stok beras Bulog cukup sehingga tidak perlu impor.
"Saya berpikir tidak harus karena dikhawatirkan impor itu justru nanti pada saat musim panen harga gabah terpuruk," kata Bustanul.
Bustanul menegaskan, jika pemerintah membuka keran impor beras, maka realisasi impor baru akan terjadi pada bulan Maret hingga Juni 2015. Artinya realisasi impor bertepatan saat musim panen raya. (gir/gir)