Provinsi Gorontalo Krisis Listrik

Diemas Kresna Duta, CNN Indonesia | Senin, 23/02/2015 16:51 WIB
Provinsi Gorontalo Krisis Listrik Ilustrasi meteran listrik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tingginya beban puncak (BP) listrik provinsi Gorontalo yang mencapai 80 Megawatt (MW) pada malam hari, memaksa sejumlah pihak harus segera memutar otak. Pasalnya, dengan pasokan listrik saat ini di angka 65 MW, provinsi itu terancam krisis pasokan listrik.

"Kalau siang beban puncaknya di angka 60 MW. Sementara untuk memenuhi kebutuhan listrik selama ini, Gorontalo mendapat tambahan suplai energi listrik rata-rata 20 sampai 25 MW dari sistem Sulawesi Bagian Utara" ujar General Manager PLN Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Baringin Nababan, Senin (23/2).

Bersasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan pasokan listrik Gorontalo diperkirakan bakal mengalami peningkatan seiring pertumbuhan perekonomian yang saat ini berada di kisaran 7 sampai 8 persen. Data BPS menyebut, tahun lalu pertumbuhan ekonomi provinsi Gorontalo mencapai 7,29 persen.


Sementara hingga Januari 2015, Gorontalo diketahui masih kekurangan pasokan listrik sebesar 15 MW lantaran beban puncak (BP) listrik malam hari mencapai 80 MW dari ketersediaan pasokan saat ini di 65 MW.

Guna menyiasati dan mendukung pertumbuhan ekonomi provinsi ini, jajaran PLN pun akan mempercepat mekanisme pembangunan dua pembangkit listrik baru di provinsi tersebut.

Saat ini, perusahaan listrik pelat merah tersebut tengah menggelar tender terbuka mengenai penyediaan infrastruktur awal untuk pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Gorontalo.

"Khusus untuk PLTG Gorontalo Peaker berkapasitas 100 MW (Megawatt), PLN telah memulai proses tahapan awal pengadaan yakni melakukan undangan tender terbuka pra kualifikasi pelelangan. Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, kami berupaya untuk menuntaskan pembangunannya di akhir tahun 2015," tutur Baringin.

Selain PLTG Gorontalo, Baringin bilang, jajarannya juga sedang mengupayakan realisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Anggrek Gorontalo dengan kapasitas 2x25 MW. Sedianya, PLTU Anggrek ditargetkan akan mulai beroperasi di akhir 2015.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan akan mendukung langkah PLN untuk menghadirkan tambahan pasokan listrik baru di daerah Gorontalo. Ini dimaksudkan agar perekonomian Gorontalo terangkat menyusul adanya pasokan listrik tambahan.

"Gorontalo ingin pembangunan dan perekonomian yang ada di daerah ini terus tumbuh biar bisa sejajar dengan daerah lain, dan kami sangat butuh tambahan pasokan listrik dari PLN. Pemerintah daerah dan masyarakat Gorontalo sepenuhnya akan siap membantu PLN, termasuk dalam hal proses penyediaan lahan, perijinan, dan juga jika ada hal lainnya, sepanjang untuk kebutuhan percepatan penyelesaian proyek infrastruktur kelistrikan di Gorontalo,” kata Rusli. (ded/ded)


ARTIKEL TERKAIT