Pujobroto, Vice President Corporate Communications Garuda mengatakan setelah ditutup mulai awal bulan depan, perseroan akan mengalihfungsikan loket penjualan tiket menjadi customer service counter untuk melayani kebutuhan penumpang.
“Di counter itu penumpang bisa melakukan proses fare adjustment, perubahan rute (reroute), pengembalian dan pembatalan (refund and cancellation), penyesuaian jadwal penerbangan (reschedule), serta memberikan informasi dan aduan penerbangan Garuda,” kata Pujobroto dikutip dari siaran pers, Selasa (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Untuk penumpang yang belum memiliki tiket, kami juga menyediakan telephone centre dan beberapa perangkat komputer di customer service counter di kedua bandara untuk membantu penumpang yang hendak melakuksan proses reservasi dan pembukuan tiket,” kata Pujobroto.
Dua bandara besar yaitu Soekarno-Hatta di Cengkareng dan Kualanamu di Medan, Sumatera Utara menjadi dua bandara yang akan ditutup layanan penjualan tiketnya mulai 1 Maret 2015. Selanjutnya, secara bertahap penutupan loket serupa akan dilakukan pada 11 bandara lain.
Berikut jadwal penutupan loket penjualan tiket di 13 bandara yang dikelola AP II:
Mulai 1 Maret 2015
Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng)
Bandara Kualanamu (Deli Serdang)
Mulai 1 April 2015
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang)
Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru)
Bandara Internasional Minangkabau (Padang)
Bandara Husein Sastranegara (Bandung)
Mulai 1 Mei 2015
Bandara Iskandar Muda (Aceh)
Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang)
Bandara Supadio (Pontianak)
Bandara Sultan Thaha (Jambi)
Bandara Silangit (Tapanuli Utara)
Bandara Depati Amir (Pangkalpinang). (gen)