"Freeport yang berkeinginan membiayai pembangunan smelter. Manajemen Freeport nantinya yang jadi legal entity dalam proyek ini," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM R. Sukhyar di Jakarta, Selasa (24/02).
Sukhyar mengatakan dalam ketetapan proyek smelter tembaga nasional juga disepakati mengenai area pembangunan proyek. Nantinya, Freeport akan membangun smelter tembaga nasional di Gresik, Jawa Timur dengan cara menyewa lahan seluas 80 hektar milik PT Petrokimia Gresik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, smelter tembaga nasional akan memiliki kapasitas pasokan sebanyak 2 juta ton konsentrat tembaga.
"Nanti juga akan ada smelter di Papua yang memiliki kapasitas 900 ribu ton konsentrat tembaga," katanya.
Ketetapan mengenai smelter tembaga nasional sendiri disepakati oleh empat perusahaan pemegang kontrak karya tembaga yang dikumpulkan sejak pekan lalu. Keempat pemegang KK tersebut meliputi Freeport Indonesia, PT Newmont Nusa Tenggara, PT Gorontalo Mineral dan PT Kalimantan Surya Kencana.
Dengan adanya kepastian pembiayaan oleh Freeport, tegas Sukhyar, maka ketiga KK lainnya akan memasok konsentrat tembaga ke smelter tersebut. "Tapi belum ada kepastian berapa banyak konsentrat yang akan dipasok oleh ketiga KK tersebut," tambahnya. (ags)