Ketujuh perusahaan pemilik pabrik UPI fiktif di Bitung, Sulawesi Utara sebagai berikut:
• PT International Alliance Food Indonesia (Asing)
• PT Sinar Pure Foods International (Asing)
• PT RD Pasific (Asing)
• PT Dehi Canning Company (Lokal)
• PT Carvina Trijaya Makmur (Lokal)
• PT Samudra Mandiri Sentosa (Lokal)
• PT Delta Pasific Indotuna (Lokal)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu UPI abal-abal, mereka menyalahkan izin. Mereka bikin pabrik supaya dapet stamp mengesahkan ikan-ikan hasil tangkapan lalu bisa dikirim ke Eropa," kata Susi di kantornya, Jakarta, Selasa (24/2).
Pendirian pabrik UPI bodong tersebut diduga Susi menjadi pemulus jalan untuk mendapatkan cap legal dari KKP. Padahal, KKP mencatat tingkat aktivitas pengelolaan (utilitas) pabrik UPI selama ini sangat rendah. Artinya, di pabrik UPI tersebut jarang dilakukan pengelolaan ikan lebih lanjut.
"Sebelum ada moratorium, ada perusahaan utilitasnya cuma 2 persen. Itu jelas-jelas kamuflase. Bitung itu penghasil tuna terbesar kok tingkat utilitasnya cuma segitu," kata Susi.
Sayangnya, Susi mengatakan KKP tidak bisa menindak perusahaan-perusahaan tersebut karena lembaga yang berwenang mencabut izin investor menjadi ranah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
"Paling kita hanya bisa cabut Surat Izin Kapal Penangkap Ikan (SIKPI) nya saja," kata Susi.
Update: Berikut ini bantahan dari dua perusahaan tersebut. (Baca: Pengusaha Tuna dari Bitung Klarifikasi Berita Penipuan Izin) (ags)