"Nilai tukar impor pasti kita pikirkan juga dampaknya. Tapi jika terjadi depresiasi seperti saat ini, kami tidak akan menaikkan harga jual karena harga kita mengikuti katalog yang dikeluarkan pada awal September setiap tahunnya," tutur Marketing Manager Eliza Fazia ketika ditemui di Gerai IKEA Alam Sutera, Tangerang, Banten Rabu (25/2).
Eliza Fazia menjelaskan sebanyak 6.600 jenis produk atau 90,4 persen dari total 7.300 variasi produk IKEA masih dibuat di luar negeri. Harga seluruh produk tersebut akan bertahan selama setahun penuh mengingat formula penetapan harganya dilakukan setahun sekali setiap September.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sudah begitu ya resiko perusahaan. Tapi untungnya partner kita di luar negeri selalu bisa melakukan efisiensi produksi, sehingga kalau ada pelemahan rupiah maka kami harapkan dampaknya tidak begitu besar," tuturnya.
"Harga kami bisa terjangkau karena kami punya skala ekonomis. Bahkan karena efisiensi, IKEA pernah menurunkan harga produk di saat harga-harga produk perabot lain meningkat," tuturnya. (ags/gen)