Ekonom Development Bank of Singapore (DBS) Group Research Gundy Cahyadi mengatakan, saat ini pemberian kredit rating oleh S&P kepada Indonesia dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yang banyak diperbincangkan terkait investasi yakni pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), permasalahan pengembangan infrastruktur, dan likuiditas eksternal.
“Indonesia sudah menjawab dengan pengurangan subsidi BBM, kini pertanyaan investor adalah dua yang terakhir, yaitu bottleneck di infrastruktur dan likuiditas eksternal,” kata Gundy di Jakarta, Rabu (25/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya, kata Gundy, menanggapi kondisi likuiditas eksternal itu, Bank Indonesia telah mengeluarkan peraturan baru yang melindungi mata uang asing di antara perusahaan lokal. Hal ini akan membantu mengurangi risiko ketidakseimbangan antara nilai aset dan liabilitas dalam setiap jenis mata uang (currency mismatch risk).
“Ke depannya saya rasa BI akan sangat memfokuskan pada kondisi ULN oleh swasta. BI akan mendorong swasta untuk hedging utang-utang,” kata Gundy. (ded/ded)