"Transformasi ini lebih kepada hal finansial bukan menyangkut masalah kualitas produk yang sudah ada," jelas Tim Zimmerman, Presiden GM untuk wilayah Asia Tenggara dalam keterangan resminya di Beijing, China, Kamis (26/2).
Stefan Jacoby, Wakil Presiden Eksekutif GM dan Presiden GM International menjelaskan beberapa faktor yang melatarbelakangi penutupan pabrik Chevrolet antara lain biaya bahan bku yang semakin tinggi. Selain itu, potensi pemanfaatan komponen dalam negeri semakin kecil menyusul skala produksi Spin yang semakin terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jacoby berharap transformasi ini akan semakin memperkuat struktur bisnis dan jaringan pemasaran GM dengan fokus pada pengembangan merek Chevrolet, seperti Orlando, Captiva, dan Traiblazer.
Pabrik GM pertama kali beroperasi pada 1995 kemudian sempat mati suri di 2005. Pabrik kembali beroperasi lagi mulai Mei 2013 dan hanya bertahan sampai Juni 2015. (ags/gen)