GM Setop Produksi, Karyawan Pabrik Baru Diinfokan Kemarin

Gentur P, CNN Indonesia | Jumat, 27/02/2015 10:00 WIB
GM Setop Produksi, Karyawan Pabrik Baru Diinfokan Kemarin Pabrik Chevrolet Spin di daerah Pondok Ungu, Bekasi tampang sepi menyusul rencana General Motors menghentikan produksi sampai akhir Juni 2015. (CNN Indonesia/Gentur Putro Jati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana penghentian produksi mobil Chevrolet Spin di pabrik General Motors (GM) di daerah Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat baru diinfokan manajemen kepada seluruh pekerja pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB kemarin, Kamis (26/2).

"Karyawan sudah dikumpulkan bos kemarin siang dan diinformasikan mengenai rencana tersebut," jelas Afandi, petugas keamanan pabrik GM yang masih menjalankan tugasnya ketika ditemui, Jumat (27/2).

Dia mengakui bahwa aktivitas di pabrik tersebut langsung berkurang drastis, sehari setelah pengumuman tersebut. "Bos-bos di kantor juga banyak yang tidak masuk hari ini. Jadi sepi," ujarnya.


Di luar pengumuman penghentian produksi tersebut, Afandi mengaku tidak memiliki informasi lain terkait nasib para karyawan setelah 30 Juni 2015 atau hari terakhir GM Indonesia memproduksi Spin.

"Saya cuma menjalankan tugas pengamanan saja mas, tidak tahu selanjutnya bagaimana dengan pabrik ini," katanya.

CNN Indonesia coba menemui Public Relations Director General Motors Indonesia Maria Sidabutar dan Marketing Director General Motors Indonesia Yuniadi Hartono. Namun menurut Fendy, keduanya juga tidak masuk kantor pada hari ini.

"Belum datang mobilnya, baiknya coba di kontak dulu baru kami bisa izinkan masuk mas," ujarnya.

Melalui pesan singkat, Maria mengaku tengah berada di luar kantor sehingga tidak bisa menemui CNN Indonesia. Sementara Yuniadi sama sekali tidak merespons pesan singkat dan panggilan telepon.

"Selamat pagi. Mohon maaf karena hari ini kami sudah menjadwalkan kegiatan di luar kantor/pabrik, mungkin kami sarankan pertanyaan di email dan nanti kami kirimkan tanggapan kami," ujar Maria.

Kemarin, General Motors mengumumkan akan merumahkan 500 karyawannya menyusul rencana penutupan pabriknya di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat pada akhir kuartal II 2015. Produsen otomotif Amerika Serikat tersebut memutuskan untuk menghentikan produksi Chevrolet Spin dan memilih menjadi distributor atau importir kendaraan jadi.  

"Kami dapat memahami bahwa keputusan ini akan mengecewakan seluruh karyawan yang telah menunjukkan dedikasi yang tinggi selama ini di Indonesia. Kami akan bekerja dengan seluruh pemangku kepentingan setempat yang ada termasuk Pemerintah Indonesia untuk membantu seluruh karyawan kami,ujar Tim Zimmerman, Presiden GM Asia Tenggara, melalui keterangan tertulis, Kamis (26/2).

Kendati kegiatan produksi berhenti, Zimmerman menilai Indonesia merupakan pasar yang potensial untuk memasarkan kendaraan Chevrolet. Sejalan dengan transformasi bisnis ini, GM Indonesia akan bekerjasama dengan seluruh dealer untuk menyelaraskan jaringan dengan strategi baru guna memastikan seluruh pelanggan mendapat pelayanan yang baik.

"Seluruh pemasok dalam negeri juga telah mendapat pemberitahuan mengenai perubahan status ini. Ketentuan garansi dan ketersediaan suku cadang tetap sama dan tidak ada perubahan," tuturnya.

Stefan Jacoby, Wakil Presiden Eksekutif GM dan Presiden GM International menjelaskan beberapa faktor yang melatarbelakangi penutupan pabrik Chevrolet antara lain biaya bahan bku yang semakin tinggi. Selain itu, potensi pemanfaatan komponen dalam negeri semakin kecil menyusul skala produksi Spin yang semakin terbatas.

"GM Indonesia sedang mengalami transformasi yang lebih berorientasi pada pasar," ujar Jacoby. (ags/ags)




ARTIKEL TERKAIT