"Peserta yang mengajukan klaim (tahun 2014) lebih rendah daripada tahun 2013. Mengapa? Karena adanya kebijakan perpanjangan usia pensiun oleh pemerintah dari 56 (tahun) menjadi 58 (tahun), " kata Direktur Utama PT Taspen Iqbal Lantaro pada konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/2).
Meningkatnya usia pensiun PNS, lanjut Iqbal, menyebabkan beban klaim perseroan pada 2014 turun sebesar 20,11 persen, dari Rp 5,42 triliun pada 2013 menjadi Rp 4,33 triliun. Selain itu, terdongkraknya laba Taspen tidak terlepas dari peningkatan hasil investasi perseroan yang sebesar Rp 11,2 triliun atau naik sebesar 34,7 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, iuran rutin program THT dan Pensiun juga ikut berkontribusi laba perseroan. Tercatat, iuran rutin program THT dan Pensiun tahun 2014 adalah sebesar Rp 14,66 triliun atau naik sebesar 6,94 persen dari tahun sebelumnya.
Dari sisi aset, perseroan ini mencatat adanya peningkatan total aset tahun 2014 sebesar 18,7 persen, dari Rp 135,92 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp 161,33 triliun. Komposisi aset tahun 2014 terdiri dari aset investasi senilai Rp 124,2 triliun dan aset non investasi senilai 37,04 triliun. (ags)