“Masyarakat lebih suka Toyota, Honda, Daihatsu. Mereka kalah saing, dan memang saat ini susah menyaingi mobil Jepang atau Korea Selatan,” ujar JK di rumahnya di Makassar, Jumat (27/2).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menilai, GM Indonesia tidak bisa memenuhi target penjualan Chevrolet Spin yang dibuat oleh kantor pusatnya di Amerika Serikat. Padahal seperti diketahui, pabrik di daerah Pondok Ungu, Bekasi tersebut selama dua tahun terakhir menjadi pusat produksi mobil tipe tersebut di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana penutupan pabrik GM di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat pada akhir Juni 2015 disampaikan oleh Stefan Jacoby, Wakil Presiden Eksekutif GM dan Presiden GM International kemarin. Menurutnya, keputusan untuk menghentikan produksi dan memilih menjadi distributor atau importir kendaraan jadi disebabkan karena biaya produksi yang tinggi.
"GM Indonesia sedang mengalami transformasi yang lebih berorientasi pada pasar," ujar Jacoby.
Jacoby berharap transformasi ini akan semakin memperkuat struktur bisnis dan jaringan pemasaran GM dengan fokus pada pengembangan merek Chevrolet, seperti Orlando, Captiva, dan Traiblazer.
Pabrik GM pertama kali beroperasi pada 1995 kemudian sempat mati suri di 2005. Pabrik kembali beroperasi lagi mulai Mei 2013 dan hanya akan bertahan sampai Juni 2015. (gen)