"Artinya stok nasional 1,4 juta ton itu secara fisik ada, tadi kan gudang penuh. Saya bilang, kenapa belum keluar, ya karena tidak ada perintah," kata JK usai meninjau Bulog, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau harga beras normal kan Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kilogram, itu supaya petani dapat pendapatan lebih baik. Tapi yang raskin nanti dapat harga Rp 1.600, luar biasa kan? Yang di tengah (kelas masyarakat) silakan menyesuaikan," kata JK menjelaskan.
"Beras pasti turun seminggu ke depan," ujar Jokowi ketika melakukan inpeksi mendadak di Pasar Rawamangun, Jakarta, Sabtu (28/2).
Masalah kenaikan beras menimpa belakangan ini disebabkan oleh keterlambatan penyaluran beras akibat masalah administrasi teknis selama tiga bulan terakhir. Hal itu menyebabkan raskin yang seharusnya keluar 500 ribu ton, hanya tersalurkan kurang dari 200 ribu ton.
Untuk mengatasi hal ini pemerintah akan menggelontorkan 300 ribu ton raskin bulan ini sehingga harga beras kembali normal. "Jadi sampai saat ini tidak (perlu) ada impor. Walaupun setelah dipelajari, sebelumnya ada masalah kekurangan suplai raskin sekitar 350 ribu ton," tutur JK. (gir/gir)