Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan variatif dan cenderung membaiknya rilis data-data ekonomi Jepang membuat nilai mata uang yen bergerak turun sehingga dimanfaatkan dolar AS untuk menguat.
“Laju rupiah kami perkirakan berpeluang melemah, namun kami harapkan dapat terbatas. Jika rilis data-data ekonomi di pekan depan dapat lebih baik, maka diharapkan dapat memperbaiki laju rupiah.” ujarnya seperti dikutip dari riset, Minggu (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dengan tercapainya kesepakatan Yunani-Uni Eropa mampu membuat laju euro membaik dan tentu saja berimbas pada rupiah,” ungkapnya.
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan sikap dari Komisi Uni Eropa yang telah menerima proposal reformasi Yunani untuk perpanjangan bailout. Akibatnya laju euro sedikit melemah dan dolar AS pun kembali naik. Laju rupiah pun kembali melanjutkan pelemahannya.
“Padahal laju dolar AS sempat mengalami penurunan pasca merespon testimonial Gubernur The Fed yang mengindikasikan belum akan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat,” jelasnya.
Namun, lanjut Reza, reaksi negatif dari pelemahan yuan pasca merespon rilis kenaikan tipis indeks manufaktur PMI, turut berimbas pada melemahnya laju rupiah. Di sisi lain, pelaku pasar juga berekspektasi akan adanya potensi penurunan lanjutan dari BI rate seiring belum adanya tanda-tanda kenaikan Fed rate.
“Laju rupiah berhasil kembali menguat pasca melemah, seiring dengan laju dolar AS yang masih mengalami penurunan pasca merespon testimonial akhir Gubernur The Fed yang mengindikasikan belum akan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat,” kata Reza
Reza menilai, di sisi lain, rilis penurunan new home sales AS memberikan sentimen negatif bagi dolar AS. Tetapi, di akhir pekan pasca menguat, laju rupiah kembali mengalami pelemahan seiring antisipasi akan dirilisnya data-data inflasi di pekan depan. (gir/gir)