"Bukan rupiah yang melemah sebenarnya, tapi dolar yang menguat. Itu yang harus (kita) maknai bahwasanya kalau pelemahan ini juga masih dalam taraf yang wajar," ujar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Solikin M. Juhro pada acara pelatihan wartawan BI di Bandung, Sabtu (28/2).
Solikin meyakinkan BI akan terus menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. Stabil dalam arti tidak berfluktuasi secara berlebihan dan konsisten dengan pencapaian perkembangan ekonomi pencapaian stabilitas makro secara keseluruhan. Depresiasi rupiah yang saat ini terjadi dinilai masih konsisten terhadap kondisi fundamental perekonomian Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah BI itu akan mengintervensi dan lain sebagainya tentunya kita akan melihat bagaimana konsekuensinya terhadap upaya stabilitas makro tadi," kata Solikin
Kendati demikian, Solikin meyakinkan bahwa BI terus mengawasi pasar dan menjaga agar depresiasi rupiah tidak terjadi berlebihan sehingga mendorong terjadinya inflasi.
Dia berharap pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur sehingga fundamental dan kapasitas perekonomian Indonesia semakin kuat. Solikin yakin apabila perekonomian Indonesia menguat dengan sendirinya mata uang rupiah juga akan menguat.
"Perekonomian menguat sudah pasti mata uang menguat tetapi mata uang menguat belum tentu pereknomian menguat," pungkas Solikin.
Sebagai informasi, perdagangan rupiah pada hari ini dibuka melemah 0,34 persen ke level Rp 12.976 per dolar dari penutupan perdagangan minggu lalu, Rp 12.932 per dolar. (gen)