“Kami masih perlu tujuh buah kapal dengan ukuran 300 Gross Ton. Kami benar-benar memerlukan hal ini karena pendidikan kami 30 persen teori dan 70 persen sisanya praktek," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto di Menara Kadin, Jakarta, Senin (2/3).
Yugi bilang Kadin sudah bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam hal penyediaan kapal-kapal ini meskipun belum diketahui mekanisme detil penyerahan kapal ini. Yugi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mau memberikan kapal asing sitaannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan fasilitas yang memadai, diharapkan para lulusan pusat pendidikan ini memiliki kompetensi agar tak kalah saing dengan ABK dari luar negeri.
"Kami siap memberikan fasilitas yang dibutuhkan Kadin termasuk kapal yang dibutuhkan. MoU dengan Kadin sudah kita lakukan sejak lama, namun penyediaan kapalnya sedang kita bicarakan. Semoga tahun ini sudah ada kapalnya," kata Suseno ketika ditemui di tempat yang sama.
Kadin telah merampungkan satu pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan industri perikanan di Pulau Seram, Maluku dengan nilai investasi mencapai Rp 7 miliar. Selain di lokasi tersebut, Kadin juga akan membangun tempat serupa di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara dengan nilai investasi mencapai Rp 10 miliar. (ded/ded)