Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad. Muliaman mengatakan rencana merger bank syariah milik BUMN sedang dalam tahap pembahasan dengan Menteri BUMN Rini Soemarno.
"Masih dibicarakan dengan Bu Rini. Nanti lah bisa agak terbuka setelah pembicaraan. Namun dengan Bu Rini sudah ada kesepakatan melakukan itu. Memang tidak mudah tapi harus dibicarakan," kata Muliaman saat ditemui di Kementerian Keuangan, Senin (2/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira perlu yang besar. Kalau sendiri-sendiri tidak akan bisa banyak memberi sumbangsih ke perekonomian, sangat terbatas. Makanya kami minta pemerintah mesti tambah modal juga," katanya.
Menurut Muliaman, pemerintah sendiri menargetkan merger bank syariah BUMN akan rampung tahun ini. Meski dia mengaku akan menemui kesulitan dalam urusan administrasi antar bank namun pemerintah akan mengusahakan bank syariah BUMN mampu bersaing dengan bank syariah swasta asing lainnya.
"Kita usahakan lah, tapi perlu administrasi dan lain-lain, makanya pembicaraan sudah dimulai. Yang memimpin Menteri BUMN," katanya. (gen)