Mohammad Faisal, Direktur Riset CORE Indonesia, menuturkan ada beberapa faktor yang menyebabkan rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).Tekanan pertama berasal dari kecenderungan penguatan dolar AS di pasar uang global.
“Kedua, karena sampai sekarang neraca perdagangan masih cenderung defisit, kurang mendukung untuk penguatan rupiah, FDI (foreign direct investment) juga kurang,” jelasnya di Jakarta, Selasa (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Maka inflasi kedepan akan semakin tinggi. Dua bulan kemarin deflasi karena penurunan BBM berdampak pada Januari untuk biaya transportasi. Untuk Maret saya perkirakan ada inflasi tipis di bawah 0,4 persen,” jelasnya.
"Disebabkan turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) pada 19 Januari dari Rp 8.600 menjadi Rp 6.700 per liter. Harga rata-rata Januari masih lebih tinggi dibandingkan Februari," ujar Deputi Bidang Distribusi Statistik dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo di kantor Pusat BPS, Jakarta (2/3).
Sementara, tercatat deflasi tahun kalender 0,61 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun 6,29 persen dengan inflasi inti 0,34 persen dari bulan Januari 2015 dan 5,96 persen untuk inflasi inti dari tahun. (ags/gen)