Agus Salim Pangestu, Presiden Direktur PT Barito Pacific, mengatakan kapasitas listrik sebanyak itu nantinya akan digunakan untuk tambahan energi CAP. Meskipun demikian, tak menutup kemungkinan Barito Pacific akan menambah kapasitas pembangkitnya hingga mencapai 1000 megawatt guna mencapai efisiensi biaya operasional.
"Pada awalnya memang kami ingin membangun pembangkit listrik sebesar 150 MW. Namun melihat luas lahan kita yang masih besar, kami mempertimbangkan untuk membangun pembangkit listrik yang juga besar kapasitasnya agar capital expenditure dan operational expenditure-nya bisa ditekan," ujar Agus ketika ditemui di Kementerian Perindustrian kamis (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kami masih belum tahu kapasitas yang akan dibangun kalau kami benar-benar (jadi) membangun pembangkit listrik yang besar. Tapi yang pasti, pembangkit listrik besar ini bisa memenuhi kebutuhan CAP, bahkan kita bisa kelebihan listrik. Tapi sejauh ini, kita akan bangun (pembangkit) yang 150 MW dulu," tuturnya.
"Tapi harapan kami sih inginnya bisa bangun pembangkit listrik yang lebih besar. Karena kalau kami hitung, efisiensi Cost of Goods Sold (COGS) bisa mencapai 30 hingga 40 persen karena semakin besar listrik yang dihasilkan, biaya per megawatt-nya semakin kecil," tambah Agus. (ags)